Pengelola Bantah Ulu Kasok Ditutup, Pemagaran Tidak Berdampak Signifikan | Pekanbaru Uri.co.id

Pekanbaru Uri.co.id

Menu

Pengelola Bantah Ulu Kasok Ditutup, Pemagaran Tidak Berdampak Signifikan

Pengelola Bantah Ulu Kasok Ditutup, Pemagaran Tidak Berdampak Signifikan
Foto Pengelola Bantah Ulu Kasok Ditutup, Pemagaran Tidak Berdampak Signifikan

URI.co.id, BANGKINANG – Badawi Nasution selaku pengelola membantah Ulu Kasok ditutup karena pemagaran dengan kawat berduri.

Ia menyatakan, Ulu Kasok di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar masih beraktivitas seperti biasa.

Badawi mengatakan, pemagaran hanya pada bagian puncak.

Sehingga mempersempit daratan puncak yang menjadi tempat pengunjung memandang penampakan alam seperti di Raja Ampat, Papua Barat itu. 

Ia mengakui, justru pemandangan dari puncak Ulu Kasok menjadi daya tarik pengunjung.

Namun, pemagaran tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas wisata. 

“Aktivitas masih seperti biasa. Yang dipagar hanya sebagian puncaknya. Akses jalan ke puncak masih terbuka,” kata Badawi, Rabu (28/9/2017) sore. 

Menurut Badawi, pagar berduri dipasang oleh kelompok Zulkifli yang mengklaim kepemilikan lahan.

Pada prinsipnya, ia tidak mempersoalkan pemagaran itu.

Sebab ia mengaku bukan sebagai pemilik lahan.

Badawi meminjam pakai lahan untuk dikelola dari pemilik lain.

Selama ini, pengelola hanya memberi sagu hati kepada pemilik lahan.

Terkait saling klaim, ia berharap pemilik lahan yang sebenarnya ditetapkan. 

“Nggak masalah itu (pemasangan pagar). Jadi sementara kita tunda dulu (pemberian sagu hati) sampai jelas siapa pemilik lahan sebenarnya,” ujar Badawi. (uri/drian/asna/AS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pekanbaru Uri.co.id