Masyarakat dan Penegak Hukum Diminta Ikut Awasi Penyelesaian Masjid Raya  | Pekanbaru Uri.co.id

Pekanbaru Uri.co.id

Menu

Masyarakat dan Penegak Hukum Diminta Ikut Awasi Penyelesaian Masjid Raya 

Masyarakat dan Penegak Hukum Diminta Ikut Awasi Penyelesaian Masjid Raya 
Foto Masyarakat dan Penegak Hukum Diminta Ikut Awasi Penyelesaian Masjid Raya 

 

URI.co.id, PEKANBARU – Pembayaran kelebihan uang pembangunan Masjid Raya Senapelan diakui pihak Komisi IV DPRD Riau sudah selesai secara administrasi keuangan. Namun demikian, Komisi IV menuntut, proses pertanggungjawaban atas pembangunan tersebut harus diselesaikan hingga tuntas.

Anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Wahid mengatakan, ada dua kemungkinan penyebab kalau ada kelebihan pembayaran tersebut, yakni pengurangan volume dan pengurangan kualitas. Jika terjadi pengurangan volume seperti saat ini, maka pihak rekanan menurutnya harus bertanggung jawab bagaimana volume bangunan tersebut sama dengan rencana awal.

“Secara administrasi keuangan memang sudah selesai. Jika belum diketahui penyebabnya, maka bisa dilakukan penyidikan oleh aparat, karena ini bisa mengarah kepada hukum. Kalau mereka sudah mengakui karena kekurangan volume, maka itu memang harus mereka pertanggung jawabkan hingga tuntas, sebagaimana rencana awal,” kata Wahid kepada URI.co.id, Rabu (27/9).

Walau pun masa pemeliharaan sudah habis, namun tidak ada alasan bagi rekanan menurut Wahid untuk tidak menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. “Masa pemeliharaan sudah lewat, hanya enam bulan, Juni 2017 lalu harusnya, sekarang sudah mau bulan 10, tetap mereka harus bertanggung jawab,” imbuhnya.

Ditambahkannya, walau demikian, masyarakat dan penegak hukum menurut Wahid mesti tetap memperhatikan proses pelaksanaan pembangunan yang menjadi tanggung jawab pihak rekanan, atas kekurangan yang masih belum diselesaikan.

“Karena dalam penyelesaian tersebut memang tergantung pengaduan masyarakat dan pengawasan dari penegak hukum, hingga benar-benar diselesaikan oleh pihak ketiga, apa yang masih kurang, jangan sampai dibiarkan begitu saja,” ulasnya. (ale) (uri/ubarak/idanty/MR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pekanbaru Uri.co.id