Masuk Kawasan Hutan, Ini Tanggapan Pengelola Ulu Kasok | Pekanbaru Uri.co.id

Pekanbaru Uri.co.id

Menu

Masuk Kawasan Hutan, Ini Tanggapan Pengelola Ulu Kasok

Masuk Kawasan Hutan, Ini Tanggapan Pengelola Ulu Kasok
Foto Masuk Kawasan Hutan, Ini Tanggapan Pengelola Ulu Kasok

URI.co.id, BANGKINANG – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, Syamsul Bahri menyatakan bahwa Ulu Kasok berada di kawasan hutan. Badawi Nasution selaku pengelola, dengan santai menjawab. 

“Kami nggak tahu itu (kawasan hutan). Yang jelas, kami sudah dapat izin dari Ninik Mamak dan pemilik lahan,” ungkap Badawi, Rabu (28/9/2017). Ia merasa cukup mendapat izin dari pemilik lahan dan Ninik Mamak untuk mengelola Ulu Kasok.

Setahu Badawi, jauh sebelum dia, kawasan sekitar Ulu Kasok sudah banyak beralihfungsi. Sehingga ia tidak menganggap status kawasan hutan sebagai masalah.

“Di sekitar Ulu Kasok sudah banyak orang berkebun Karet. Ada juga Sawit,” ungkapnya.

Badawi justru berharap mendapat dukungan dari pemerintah. Yakni, dengan membangun infrastruktur untuk pengembangan objek wisata Ulu Kasok. 

Badawi menyebutkan, lokasi itu dikelolanya sejak Desember 2016. Awalnya, ia tidak terpikir mengelola kawasan itu menjadi tempat wisata. Sebelumnya, ia meminjam pakai lahan itu untuk berladang. 

Ulu Kasok diambilnya dari nama sungai di sekitar kawasan itu. Masyarakat setempat menamainya dengan Sungai Kasok. Lokasi wisata berada di hulu atau ulu Sungai Kasok. “Makanya makanya Ulu Kasok. Hulu Sungai Kasok,” jelasnya.

Badawi enggan menyebutkan omzet yang diraupnya dari Ulu Kasok. Ia malah mengaku, omzet yang didapat beberapa bulan belakangan ini hanya cukup untuk membayar upah pekerja.

“Apalagi pas sepi-sepinya, hari biasa seperti sekarang,” kata Badawi. Ia bahkan mengaku masih dililit hutang. Modal untuk menyediakan fasilitas di Ulu Kasok didapatnya dengan berhutang. (uri/ohamad/overlia/MN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pekanbaru Uri.co.id