Prioritas Bentuk Otot Atas, Push-pull Cara Mudah Bikin Tubuh Berotot

oleh

Uri.co.id – Pembentukan otot tidak selamanya dengan olahraga keras. Ada cara simpel yang bisa diterapkan agar tubuh terlihat padat dan lebih kencang.

Push-pull bisa jadi pilihan.

Secara harfiah, push-pull berarti mendorong dan menarik.

Ya, latihan ini persis dengan artinya. Di pusat kebugaran, latihan ini menggunakan beragam alat.

Febi Kurniawan, seorang trainer pada GO Fitness di Lantai II Pasar Buah 88, Jalan Riau, Pekanbaru mengungapkan, latihan ini mengutamakan pembentukan otot tubuh bagian atas (upper body).

Mencakup otot dada (chest) dan bahu (shoulder).

“Latihan push-pull intinya menyeimbangkan antara upper body dan lower body atau otot tubuh bagian bawah,” ujar Febi, Kamis (9/5/2019).

Menurut dia, acap kali latihan fitness hanya tertumpu pada lower body.

Sehingga kaki kelihatan lebih besar dan tidak sebanding dengan upper body.

Bagi pria pada umumnya, kata dia, pembentukan otot upper body sampai terlihat di permukaan. Namun bisa juga dilakukan untuk pembentukan otot dalam.

Febi menjelaskan, latihan ini tentunya harus diawali dengan pemanasan. Yakni dengan olahraga kardio menggunakan treadmill selama 10 menit untuk meningkatkan detak jantung.

Kemudian memasuki latihan ini yang dimulai dengan chest atau olahraga pada bagian dada.

Sedangkan shoulder cenderung lebih ringan. Rasio tenaga yang digunakan antara chest dan shoulder yakni, 70:30.

Artinya, 30 persen tenaga cukup dialokasikan untuk latihan shoulder. “Diawali chest dulu. Karena lebih keras. Power lebih stabil kalau di awal,” tutur pria 25 tahun ini.

Febi menyebutkan, latihan chest bisa menggunakan dumbbell french press atau bench press. “Mana yang nyaman aja,” katanya. Setelah itu berlanjut ke latihan shoulder atau bahu.

Latihan untuk bahu bisa menggunakan beberapa alat atau mesin. Di antaranya, smith machine dan shoulder machine. Latihan chest dan shoulder idealnya dilakukan sebanyak empat set.

Setiap set masing-masing dengan pengulangan sebanyak 12 kali.

Febi menggarisbawahi jarak antar set. Ini penting agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Ia menganjurkan, waktu rehat antar set cukup 10 detik dan paling lama 1 menit.

Jika rehat terlalu lama, suhu tubuh akan mendingin. Sehingga dengan sendirinya mendatangkan malas untuk melanjutkan latihan.

“Kalau rest sebentar, badan masih panas. Lebih efektif pembentukan muscle,” jelas Febi. (*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!