TERUNGKAP! Penyebab Kekalahan Barcelona dari Liverpool, ternyata Berawal dari Kesalahan Lionel Messi

oleh

TERUNGKAP! Penyebab Kekalahan Barcelona dari Liverpool, ternyata Berawal dari Kesalahan Lionel Messi

Uri.co.id- Terungkap sudah ternyata penyebab kekalahan Barcelona dari Liverpool hingga gagal ke Final Liga Champions 2019.

Semua berawal dari kesalahan Lionel Messi yang mengeluarkan pernyataan yang judtru membangkitkan motivasi pemain Liverpool.

tentu saja itu bisa dikatakan blunde ryang tidak harus terjadi hingga Barca gigt jari setelah dibantai Liverpool 4-0 di leg ke II.

Gelandang Liverpool, James Milnermengakui ejekan ‘keledai’ yang dilontarkan Lionel Messi adalah motivasi yang membuatnya tampil mati-matian saat melawan Barcelona.

Pemain Liverpool, James Milner, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Lionel Messi sempat menyebutnya keledai kala Barcelona melakoni laga pertama semifinal Liga Champions.

Kejadian itu terjadi pada laga leg pertama semifinal Liga Champions saat Liverpool bertandang ke Barcelona, di Camp Nou.

Pertandingan tersebut berakhir untuk kemenangan Barcelona3-0 dengan gol yang diciptakan oleh Luis Suarez (1) dan Lionel Messi (2).

Aksi benturan sering terjadi di laga ini, termasuk antara James Milner dan Lionel Messi.

Keributan kecil sempat mewarnai hubungan Milner dan Messi saat laga berlangsung di babak pertama.

Messi terlibat cekcok dengan Milner setelah sang megabintang terlibat duel perebutan bola usai dirinya melakukan nutmeg alias ngolongin lawan.

Messi terjatuh dan terlihat ia meminta wasit untuk memberikan kartu kuning kepada James Milner.

Tak sampai disitu, rupanya Lionel Messi melanjutkan omelan kepada Milner hingga saat menuju lorong kamar ganti pada jeda babak pertama.

James Milner, yang baru-baru ini diwawancarai secara ekslusif oleh Daily Mail, mengakui sempat mendengar jika Messi mengatai dirnya ‘keledai’.

“Messi terlihat tidak senang,” kata Milner kepada Daily Mail dilansir Uri.co.id.

“Dia mengeluarkan banyak kata dalam bahasa Spanyol saat menyusuri lorong. Dia memanggil saya ‘burro’.”

View image on Twitter

“Itu diterjemahkan sebagai keledai tapi saya pikir itu juga digunakan dalam sepak bola Spanyol untuk istilah seseorang yang berkeliling menendang orang,” ujar Milner menambahkan.

Milner pun sebenarnya menawarkan bantuan saat itu kepada Messi, namun Messi merasa pelanggaran yang dilakukan Milner terlalu keras.

“Saya bertanya kepadanya (Messi) apakah dia baik saja, tetapi dia tidak menyahut,” katanya

“Saya tidak berpikir dia menyadari bahwa saya mengerti bahasa Spanyol.”

“Dia berkata jika pelanggaran yang saya lakukan adalah karena dia mengolongi saya. Saya meninggalkannya saat itu juga,” ujar Milner.

Aksi megabintang Barcelona, Lionel Messi, saat melawan Liverpool dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Selasa (7/2/2019)

Meski demikian, hal itu tak membuat Milner jera. Ejekan ‘keledai’ yang dilontarkan Messi membuat mantan pemain Manchester City ini tampil habis-habisan di laga leg kedua semifinal Liga Champions.

James Milner tampil sebagai starter dan mampu mengantarkan Liverpool emnang 4-0 atas Barcelona sekaligus membuatnya lolos ke final Liga Champions 2018-2019.

“Burro, kata-kata itu terkadang terlintas di pikiran dan teringat soal kritik di masa lampau, saat-saat ketika harus membuktikan diri, saat ketika saya dilanda ragu dan dikelilingi orang-orang yang mencela saya,” kata Milner.

“Saya ingin menjadi yang terbaik untuk apapun. Saya benci kalah. Itu yang memotivasi anda untuk membuktikan apa yang dikatakan orang salah,” tambahnya.

Liverpool pun menang secara dramatis dengan skor 4-0 di Anfield.

Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum, merayakan gol ke gawang Barcelona pada laga leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Milner menjadi salah satu orang yang menitikkan air mata usai laga saat para pemain berkumpul untuk berterima kasih kepada suporter.

“Itu adalah kelelahan yang luar biasa. Ada 6 hari jeda saat kami kalah 0-3 dan pertandingan sulit melawan Newcastle, dan setelah itu kami berhasil melaluinya,” ujar gelandang 33 tahun tersebut.

“Lalu muncul pertanyaan kepada diri saya ‘Di usiaku sekarang ini, berapa lama lagi bisa merasakan malam fantastis seperti ini?’,” tambahnya. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!